Jumat, 16 Oktober 2015

Tugas 1 - Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan (Etika Profesi Akuntansi#)

PENDAHULUAN ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

1.      Pengertian Etika
Istilah “etika” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani adalah “ethos” yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, sikap dan watak. Istilah etika pertama kali diperkenalkan oleh filsuf Yunani, Aristoteles melalui karyanya yang berjudul Etika Nicomachiea. Buku tersebut berisikan tentang ukuran-ukuran perbuatan.
Kemudian diturunkan kata ethics (Inggris), etika (indonesia). Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988), menjelaskan pengertian etika dengan membedakan tiga arti, yakni: Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, kumpulan azas atau nilai, dan nilai mengenai benar dan salah.
Berikut ini merupakan pengertian etika menurut para ahli, sebagai berikut:
a.       Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat: Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
b.      K. Bertens: Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma moral yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Contohnya etika orang Jawa dan etika orang Sulawesi atau etika orang Bugis Makassar "Siri na Pacce"
c.       Karl Barth: Etika adalah sebanding dengan moral, dimana keduanya merupakan filsafat tentang adat kebiasaan.

Berdasarkan keterangan diatas, pengertian etika dapat disimpulkan sebagai berikut: “Etika adalah ilmu yang membahas tentang adat kebiasaan manusia yang dipandang dari segi baik dan buruk ataupun benar dan salah, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal”.

 2.      Prinsip-prinsip Etika
Berdasarkan buku yang berjudul “The Great Ideas“ yang diterbitkan pada tahun 1952, dalam buku tersebut diringkas menjadi 6 prinsip dan merupakan landasan prinsipil dari etika. Prinsip-prinsip tersebut adalah:
a.       Prinsip keindahan
Prinsip yang didasari rasa senang terhadap keindahan, Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
b.      Prinsip persamaan
Persamaan antara manusia yang satu dengan yang lain merupakan hakekat kemanusiaan. Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
c.       Prinsip kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat-menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
d.      Prinsip keadilan
Keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
e.       Prinsip kebebasan
Kebebasan muncul sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Kebebasan manusia adalah kemampuan untuk menentukan sendiri, kesanggupan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, syarat yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihan-pilihannya beserta konsekuensi dari pilihan itu sendiri. Oleh karena itu tidak ada kebebasan tanpa tanggung jawab dan tidak ada tanggung jawab tanpa kebebasan. Semakin besar kebebasan yang kita miliki semakin besar pula tanggung jawab yang kita pikul.
f.       Prinsip kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
3.      Basis Teori Etika
1)      Etika Teleologi
Berasal dari kata Yunani adalah “telos” yang berarti tujuan. Tujuan dalam mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Terdapat dua aliran etika teleologi yang harus dipahami yaitu:
a)      Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.

b)      Utilitarianisme
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin adalah “utilis” yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
2)      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani adalah “deon” yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab: ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
3)      Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
4)      Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang  sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut: disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan:
a.        Kebijaksanaan
b.        Keadilan
c.        Suka bekerja keras
d.        Hidup yang baik

4.      Egoism
Egoism merupakan suatu bentuk ketidak adilan kepada orang lain. Dengan arti lain, egoism adalah tindakan dari setiap orang untuk mempertahankan dan meningkatkan kepentingan pribadi atau untuk memajukan dirinya sendiri. Istilah lainnya yang sangat dikenal yaitu egois.
Egoism atau yang sering dikenal egois menurut saya tidak cocok dengan kegiatan manusia sebagai makhluk social, dikarenakan sangat dibutuhkan adanya sosialisasi dan saling menghargai untuk menjalani kehidupan sehari-hari utamanya dalam perkuliahan maupun pekerjaan.

5.      Contoh Kasus – Pendahuluan Etika dalam Tinjauan
·         Etika dalam Belajar
Dunia pendidikan sangat berkaitan erat dengan nilai-nilai etika. Dalam pendidikan yang didalamnya terdapat proses belajar mengajar, istilah etika menunjukkan posisinya sebagai landasan dasar yang penting. Bagaimana sikap dan tingkah laku seorang pendidik maupun yang dididik dalam proses penyampaian ilmu yang menentukan seberapa besar ilmu tersebut dapat terserap.
Etika dalam kaitanya dengan belajar dan mengajar bertujuan mengarahkan bagaimana proses belajar dan mengajar yang sebenarnya, tentu saja dengan adanya pedoman yang jelas, maka diharapkan dapat menghasilkan out put yang maksimal terutama para anak didik yang berilmu sekaligus beriman dan beretika. Dalam proses belajar mengajar tentunya diperlukan suatu tatanan dan keteraturan guna mencapai hasil yang maksimal. Etika disini mengambil peranan yang penting, karena dengannya peraturan dan tatanan terbentuk.
·         Etika Dokter terhadap Pasien
Terdapat 4 pasal yang menjelaskan “etika dokter terhadap pasien”, yaitu:
Ø  Pasal 10
Setiap dokter wajib bersikap tulus, ikhlas dan mempergunakan segala ilmu   dan keterampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka atas persutujuan pasien, ia wajib merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit tersebut.
Penjelasan pasal 10, yaitu :
Sikap tulus, ikhlas yang dilandasi sikap profesional seorang dokter dalam melakukan tugasnya sangat diperlukan karena sikap ini akan menegakkan wibawa seorang dokter, memberikan kepercayaan dan ketenangan bagi   pasien, sehingga pasien bersikap kooperatif yang memudahkan dokter dalam   membuat diagnosis, dokter perlu pula bersikap ramah-tamah dan sopan   santun terhadap pasien. Dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan pasien dokter perlu didampingi oleh orang ketiga untuk mencegah tuduhan   terjadinya   kasus   pemerasan   terhadap   dokter   atau   pelecehan seksual.
Ø  Pasal 11
Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasihatnya dalam beribadat atau dalam masalah lainnya.
Penjelasan pasal 11, yaitu :
Dokter yang bijaksana selalu mendalami latar belakang kehidapan pasiennya, termasuk aspek sosial, ekonomi, mental, intelektual, dan   spritualnya. Dokter berkewajiban menghormati agama dan keyakinan   pasiennya, termasuk adat-istiadat dan tradisi masyarakat setempat asal saja tidak bertentangan dengan kebenaran ilmu kedokteran. Dokter perlu memberi  kesempatan bagi pasien untuk bertemu dengan orang-orang yang dikehendakinya dalam hal bertamu di rumah sakit.
Ø  Pasal 12
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
Penjelasan pasal 12, yaitu :
Hubungan dokter dengan pasien adalah bersifat konfidensial, percaya-mempercayai dan hormat-menghormati, karena itu dokter berkewajiban memelihara suasana yang ideal tersebut, dengan antara lain memegang teguh rahasia jabatan dan pekerjaannya sebagai dokter.
Ø  Pasal 13
Setiap dokter wajib memberikan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya.
Penjelasan pasal 13, yaitu :
Setiap orang wajib melakukan pertolongan pertama kepada siapapun   yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak, apalagi seorang dokter. Pertolongan yang diberikan tentulah sesuai kemampuan masing-masing dan sesuai dengan sarana yang tersedia. Di negara-negara maju banyak dokter yang enggan memberikan pertolongan pertama, karena sering terjadi bahwa dokter dituntut mengganti kerugian pertolongan yang diberikan dianggap tidak tepat, menyebabkan cacat atau menimbulkan komplikasi, sehingga memperlambat penyembuhan. Di negara kita,tuntutan seperti itu diharapkan tidak terjadi, namun perlu di perhitungkan.








Sumber :








               






Minggu, 15 Maret 2015

Tugas 3 - Bahasa Inggris Bisnis 2#

English with My Opinion

English class was a bit complicated to me. I’ve moved various kinds of tutoring English from primary school until high school, until the teacher came to my house. But I still difficulties in learning English. It doesn’t mean I can’t it’s just that I find it hard to memorize vocabulary in English.

The first time I go to college, I take tutoring in one place renowned guidance. I took a few lessons there, including the conversation. I think, I took lessons with the conversation, I would quickly learn English language. In fact I still have much to learn again and memorized the vocabulary, because the vocabulary is no such thing as change the type of verb. This makes me difficulty in memorizing and studying English. A lot of different vocabulary in its use, there is also a formula like a tenses, many formulas that must be memorized this makes me difficulties in learning English.

English is the international language that must be mastered, this is what makes me have to keep learning, I am sure this will master the English language to continue memorizing and learning. Memorize vocabulary of at least five in one day is the way I learned it. So the passage of time and the greater my desire to learn, I’m sure will master the English language.

Tugas 2 - Bahasa Inggris Bisnis 2#

CURRICULUM VITAE

PERSONAL DETAIL

Name                                       : Syifa Sepriani
Gender                                     : Female
Religion                                   : Islam
Nationality                               : Indonesia
Marital status                           : Single
Address                                    : Perum. Irigasi Danita
Place and date of birth             : Jakarta, 12 September 1994
Phone number                          : 08121212123
Email                                        : syifasepriani.blogspot.com


Education Background
2000 - 2006                             : SDN Bekasi Jaya 6
2006 - 2009                             : SMPN 18 Bekasi
2009 - 2012                             : SMKS Ananda Bekasi

Job Experience
Three months on the job training in PT. SEIWA INDONESIA.

Personality
I am a simple person, I was able to work with other people, I never stop to learn, according to my friends kind and helpful person, other than that I have never been late when it comes to my university.

Other Advantages
I can operate MYOB application, ZAHIR application and using computer.

Tugas 1 - Bahasa Inggris Bisnis 2#

Description of Me

My name is Syifa Sepriani, I was born in Jakarta, September 12, 1994. My Zodiac is Virgo. My favorite color is blue. My blood type is B. With my mother I live in Bekasi. My childhood dreams of becoming a flight attendant, but it’s only been a dream in my childhood because of the situation doesn’t support. I am a last child of four siblings. I have two older brothers and one sister. All my brothers and sister are married, and of them I have five nieces. Sometimes there I feel happy :D

I realy like to sing, since childhood my father freed me to explore what I like. A lot of tapes of children given to me by my father and my dad always in my beside when I’m singing a song.

When it is, a man who always there in beside me and always taught me, to be hospitalized. I forget exactly what date, certainly in the month of June 2003. One month my father was hospitalized, but no progress. Having known no progress, he was transferred to a hospital in Jakarta. About eight days my father was in the hospital, but Allah S.W.T wills other. My father leaving this live on Friday July 11, 2003.

At that time I had entered the fourth grade of primary school. I still don’t understand, I almost did not grieve when my father died. Although I saw my mother, brother, sister, and the people around me cry, I don’t shed tears at all. I still don’t understand at the time.

Some days when my father gone, I just feel the sadness. Then I realized, if the person who is always there beside me and I’ve always been taught not home again. My mother and sister said, if the father was in heaven :’(. As time goes on, and I should be able to willingly accept the departure of my father although to date to miss my father very much. :’)

Always there in my mind is the same figure of a man like my father. Always there beside me, teach me in any case and guide me for the better.

At the time of high school first class, I intend to don’t want a relationship until I graduated from college. Not only I want a man like my father figure but I did when it wants more focus on learning. But the reality is different when I second class in high school, there is one man who made me interested. Initially I was introduced by my friend. Just for friends only, via facebook and personal message we communicate.

Then, he came to my house, and then i looked into his eyes, it was the first time I’d looked at the man with heart. Somehow I want to ask the opinion of my mother, how do my mother about him. :’) My mother answered questions that don’t fit with my expectations. According to my mother, he was a playboy. But, I am still curious about the man. Already three months we are getting closer. Finally he asked me to be his girlfriend, I’m very happy. Precisely dated February 22, 2011 we established a relationship.

And I am very grateful, it has been four years we together, my mother wrong in assessing him. He is a good man, attentive, just like what I expected first, have a loving man like my father.

Humans didn’t exist perfect and not able resemble the love a father, but I am very grateful. Until now he was able to makes perfect my life and complement my shortcomings.

Aaaaaaaand… flight attendants no longer be my hope at this time. But, being a successful woman who will not forget my husband and my children. J


Minggu, 28 Desember 2014

Artikel - Kreativitas dalam Manajemen ( Bahasa Indonesia 2# )

KREATIVITAS DALAM MANAJEMEN
Manajemen, ketika berbicara manajemen banyak hal yang terbesit dalam fikiran kita. Tapi pada dasarnya kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno yakni menagement, yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan”. Bahasa Perancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi menagement yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur”.
Namun pada saat ini saya akan membahas dengan tema “Kreativitas dalam Manajemen”. Dalam setiap segi kepemimpinan pasti tidak lepas dari strategi manajemen yang baik, setiap strategi manajemen tidak hanya menggunakan teori dan ilmu-ilmu yang dipelajari diberbagai universitas. Manajemen menggunakan kreativitas tidak kalah hebatnya dengan ilmu manajemen yang dipelajari di perguruan tinggi. Kreativitas dalam manajemen lebih ditujukan dalam penguasaan otak kanan. Pahamilah sungguh-sungguh, kesuksesan itu lebih dari 80% ditentukan oleh otak kanan, lantaran tak terpisahnya antara otak kanan dengan EQ dan SQ, sedangkan otak kiri, disinilah IQ berpusat. Pada dasarnya manajemen sendiri sangat berkaitan dengan otak kanan, terutama manajemen pemasaran,. Saya menemukan kaitan antara kutipan “mulailah dengan yang kanan” dengan pengembangan produk baru (New Product Development). Menurut Booz, allen dan Hamilton, proses pengembangan produk baru terdiri dari 6 tahap. Setelah saya amati, ternyata tahap paling awal sangat bertumpu pada otak kanan, yaitu penghasilan ide, karena ide dari yang biasa saja sampai ide yang luar biasa akan tercipta dari otak kanan. Tahap-tahap selanjutnya barulah bertumpu pada otak kiri,. Pada tingkat pemasaran secara nyata, segala macam produk pun harus dibungkus atau di balut dengan pemikiran dari otak kanan agar bisa menaikan harga jual. Coba lihat tiga level produk : - Core Benefit, - Tangible Product, -Augmented Product.
Core benefit sendiri adalah manfaat inti suatu produk, tangible product adalah produk nyata dari produk itu sendiri. Sedangkan augmented product adalah produk tambahan atau bisa juga seperti design dan dekorasi. Zaman sekarang, dunia pemasaran sibuk bermain di tangible product dan augmented product. Bukan lagi di core benefit, dan jika 3 macam tipe ini di teliti lagi ternyata core benefit itu lebih terdominasi oleh otak kiri dan tangible product serta augmented product itu bersifat kanan. Maka dari itu core benefit harus dibalut dengan tangible product dan augmented product. Kita tidak bisa memungkiri bahwa otak kanan lah yang lebih berperan sangat penting dalam suatu manajemen, karena otak kanan adalah otak kreativitas, ketika kata manajemen dipertemukan dengan kata kreativitas yang akan menjadi sebuah kalimat “kreativitas manajemen” maka akan lahir sebuah ide-ide manajemen yang sangat hebat dan tanpa batas. Mengapa saya katakan seperti itu, karena menurut saya, semua teori-teori manajemen yang dipelajari di universitas itu hampir semuanya sama dan selalu mendominasi otak kiri. Sedangkan kreativitas manajemen yang bersifat menggunakan otak kanan itu harus lahir dari diri sendiri dengan cara terus membangun dan memaksimalkan fungsi otak kanan. Pada kenyataannya, kreativitas manajemen menggunakan otak kanan tak akan dibahas dalam teori manajemen di universitas.
Relationship between Marketing Phenomena & Left-Brained & Right-Brained Orientation

Left-Brained Orientation
Right-Brained Orientation
Strategic Formulation
Strategy and tactic
Vision and mission
New Product
Ide screening
Idea generation
Development
Business analysis


Product testing


Test marketing

Innovation Adoption
Early adopter
Innovator

Early majority


Late majority


Laggard

Product Levels
Core benefit
Tangible product


Augmented product
Differentiation Strategy
Content
Context
Branding Strategy
Brand contraction
Brand extension
Product Quality
Actual quality
Perceived quality
Need Hierarchy
Lower levels
Upper levels
Need Reference
Self-needs
Market needs

Sebenarnya, yang biasa anda sebut-sebut sebagai “otak” itu adalah otak kiri. Inilah otak kognitif, otak yang berfikir, otak yang yang erat kaitannya dengan IQ, dan otak yang menentukan 20% kesuksesan.
Sebenarnya yang biasa anda sebut-sebut dengan hati itu adalah otak kanan. Inilah otak afektif otak yang merasa, otak yang erat kaitannya dengan EQ dan otak yang sangat menentukan kesuksesan hingga 80%.
Segala sesuatu itu sebenarnya dari otak, bukanlah hati atau jantung yang merasakan senang, inspired, antusias, sedih, marah, sakit hati, terkejut, serta perasaan lainnya. Jika merasa terkejut atau panik, maka otak akan memerintahkan jantung untuk berdebar lebih kencang dan yang paling menarik bahwa setiap jenis perasaan otak memancarkan frekuensi tersendiri yang berbeda-beda. Itu hanya pengenalan tentang otak saja, selanjutnya saya akan kembali lagi ke materi artikel ini.

Kreativitas dalam manajemen tidaklah sealu menemukan dan menghasilkan ide baru. Namun bisa juga dengan memodifikasi ide yang sudah ada. Dalam manajemen pun ada istilah ATM yaitu Amati Tiru Modifikasi, hal ini sudah lumrah dalam hal manajemen terutama dalam manajemen pemasaran. Begitu juga dalam hal manajemen kepemimpinan, kita bisa mengamati seorang manajer, bagaimana cara ia memimpin bagaimana cara ia memberikan perintah kepada bawahannya. Setelah kita amati kemudian dengan kreativitas yang kita miliki dapat kita ubah menjadi lebih baik dengan cara kita sendiri. Yang terpenting adalah jika kita memaksimalkan fungsi kinerja otak kanan, maka akan semakin besar kreativitas yang kita miliki. Manajemen adalah seni mengatur, jika seni dalam mengatur ini kita padu padankan dengan kreativitas, maka akan tercipta terobosan-terobosan yang bernilai.