Sabtu, 27 Desember 2014

Tugas 4 - Surat Menyurat (Bahasa Indonesia 2# )

SURAT

A.    Pengertian dan Fungsi Surat
Surat merupakan alat komunikasi yang disampaikan secara tertulis, berisi mengenai informasi sebuah berita, laporan, pemberitahuan, perintah, pesanan, keputusan, undangan dan permohonan, yang umumnya dikirimkan atau disampaikan kepada pihak lain. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.
Setelah kita memahami pengertian dari surat, dapat kita simpulkan salah satu fungsi surat yaitu sebagai alat komunikasi. Tapi bukan hanya itu saja, ada beberapa fungsi surat diantaranya adalah sebagai berikut:
1)      Surat sebagai alat menyampaikan pemberitahuan, permintaan, permohonan, buah pikiran ataupun gagasan.
2)      Surat sebagai alat bukti tertulis (hitam di atas kertas), terkait masalah hukum.
3)      Surat sebagai alat untuk mengingat dalam konsep pengarsipan.
4)      Surat sebagai pedoman kerja (surat keputusan dan surat perintah).
5)      Surat sebagai bukti historis / bukti sejarah.
B.     Syarat-syarat Surat yang Baik
Dalam menulis surat ada beberapa syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1)      Menetapkan terlebih dahulu pokok pembicaraan yang ingin disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan laporan atau hal lain.
2)      Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3)      Merumuskan pokok pembicaraan satu persatu, runtun, logis dan teratur.
4)      Menggunakan kalimat efektif, yaitu:
a)      Sederhana : bersahaja, lugas, mudah, tidak berbelit-belit kata maupun kalimat. Menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim.
b)      Ringkas : tegas dan mudah dipahami.
c)      Jelas : tidak samar-samar, tidak meragukan, tidak taksa, tidak menimbulkan salah paham.
d)     Sopan : menggunakan kata-kata yang sopan atau halus dan kata-kata resmi (bukan kata sehari-hari)
e)      Menarik : membangkitkan perhatian, tidak membosankan. Bisa dengan variasi kalimat, gaya bahasa.
5)      Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, apa lagi singkatan yang tidak biasa atau singkatan buatan sendiri.
6)      Memperhatikan dan menguasai Format atau Bentuk Surat.
7)      Memperhatikan dan menguasai penulisan Bagian-Bagian Surat.
8)      Penulisan atau pengetikan yang benar, jelas, bersih dan rapi.
9)      Memperhatikan ukuran, jenis dan warna kertas.
a)      Ukuran : Kwarto (21 x 29 cm)
b)      Jenis : HVS untuk lembar asli, kertas tembus atau doorslag untuk tembusan.
c)      Warna : Putih (hvs) untuk lembar asli; kuning (doorslag) untuk perbal; biru muda (doorslag) untuk tembusan intern; merah muda (hvs) untuk surat rahasia.
10)  Isi surat ringkas, jelas, akurat dan eskplisit.
11)  Menggunakan bahasa baku.

C.    Bagian-bagian Surat
Bagian-bagian yang akan dijelaskan adalah bagian-bagian surat resmi, yaitu sebagai berikut:
1)      Kepala Surat/ Kop Surat
Kepala surat atau yang bisa juga disebut dengan kop surat merupakan bagian teratas dalam sebuah surat. Fungsi penyertaan kepala surat tersebut tidak terlepas dari pemberian informasi mengenai nama, alamat, kegiatan dari lembaga tersebut serta juga bisa menjadi alat promosi. Bagian surat yang pertama ini berisi:
-          Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau organisasi,
-          Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut, 
-          Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut, 
-          Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.
Biasanya setelah penulisan kepala surat atau kop surat terdapat sebuah garis horizontal pemisah yang memisahkan antara kepala surat dengan bagian-bagian surat yang lain seperti tempat dan tanggal pembuatan.
2)      Tempat dan Tanggal Surat
Tempat dan tanggal surat ditujukan untuk memberikan informasi mengenai tempat dan tanggal penulisan surat tersebut. Untuk tempat biasanya tidak dicantumkan kembali jika tempat sudah ditulis di kepala surat yang berupa alamat instansi. Tapi bagi surat bukan resmi yang tidak memiliki kepala surat, wajib menuliskan tempat di bagian surat ke 2 ini.

Contoh: Jakarta, 12 September 2012

3)      Nomor Surat
Nomor surat biasanya meliputi nomor urut penulisan surat, kode surat, tanggal, bulan dan tahun penulisan surat. Nomor surat tersebut berfungsi untuk:
-          Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
-          Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
-          Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
-          Penunjukan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.

Contoh:
Nomor : 012/FEA/III/2012

4)      Lampiran
Lampiran merupakan penjelas atau jumlah dokumen yang disertakan dalam surat tersebut.
Contoh:
Lampiran : satu berkas
Lampiran : dua lembar

5)      Hal
Hal surat berarti soal atau perkara yang dibicarakan surat.
Contoh:
Hal : Undangan Rapat BEM Fakultas Ekonomi
Hal : Permohonan Kegiatan Baksos Karang Taruna

6)      Alamat Surat
Ada dua macam alamat surat, yaitu alamat luar dan alamat dalam.
-          Alamat Luar
Alamat luar adalah alamat yang berada pada sampul surat. Alamat luar harus lengkap dan jelas.
Contoh:
Kepada
Yth. Bapak Billah
Kepala Sekolah SMA Sekar Melati 12
Jalan Melati, Jakarta
-          Alamat Dalam
Alamat dalam ditulis langsung pada kertas surat. Fungsinya sebagai pengontrol bagi penerima surat, bahwa dirinyalah yang berhak menerima surat itu. Penulisan alamat dalam surat tidak perlu didahului kata kepada.
Contoh:
Yth. Bapak Billah
Kepala Sekolah SMA Sekar Melati 12
Jalan Melati, Jakarta

7)      Salam Pembuka
Bagian surat yang ke 7 adalah salam pembuka yang berfungsi sebagai sapaan dalam surat. Salam pembuka ditulis dengan huruf kapital di awal dan diakhiri oleh tanda koma.
Contoh:
Dengan hormat,
Assalamualaikum wr.wb.

8)      Isi Surat
Isi surat merupakan bagian terpenting dari keseluruhan bagian surat. Hal ini karena bagian tersebut merupakan wadah dari segala persoalan yang hendak disampaiakan penulisnya. Isi surat dinas terbagi atas tiga bagian, yaitu :
-          Alinea Pembuka
Alinea pembuka berfungsi sebagai pengantar atau pendahuluan atas pokok persoalan yang hendak disampaikan.
Contoh:
Dengan ini kami beritahukan bahwa . . .  
Dengan ini kami menyatakan bahwa . . .
-          Alinea Isi
Alinea isi merupakan tempat menampung maksud-maksud pokok dari penulis surat. Bagian isi bisa lebih dari satu alinea. Setiap  alineanya menyatakan satu maksud atau pesan-pesan pokok.
-          Alinea Penutup
Alinea penutup umumnya berisi ucapan terima kasih atau ungkapan pengharapan.
Contoh:
Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara kami.
9)      Salam Penutup
Salam penutup merupakan penutup surat yang biasanya menggunakan kata: "Hormat saya, Hormat kami, Wassalam". Penulisan salam penutup tersebut seperti salam pembuka, diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh tanda koma.
10)  Nama Jelas Pengirim dan Tanda tangan
Setelah salam penutup, terdapat nama jelas pengirim surat beserta tanda tangannya.
11)  Tembusan
Penulisan bagian ini berfungsi untuk menjelaskan pihak atau instansi lain yang mendapatkan surat tersebut.
Contoh:
Tembusan:
1.      Kepala SMAN 12 Denpasar
2.      Pembina OSIS SMAN 12 Denpasar

D.    Jenis-jenis Surat
Jenis-jenis surat dapat dikelompokkan berdasarkan hal-hal berikut:
1)      Berdasarkan Wujud Surat
a.       Kartu Pos
Kartu pos adalah surat terbuka yang terbuat dari kertas berukuran 10 x 15 cm. Kegunaan surat ini untuk menyampaikan berita yang singkat. Akan tetapi, pesan yang tertulis dapat diketahui oleh orang lain yang bukan haknya sebab berada pada halaman terbuka. Jenis surat ini biasanya dijual di kantor pos.
b.      Warkat Pos
Warkat pos adalah surat tertutup yang terbuat dari sehelai kertas. Kegunaan surat jenis ini adalah untuk menyampaikan berita yang agak panjang dalam sehelai kertas. Lembaran surat jenis ini biasanya dijual di kantor pos.
c.       Telegram
Telegram adalah jenis surat yang berisikan pesan yang relatif singkat yang mana dikirim dengan bantuan pesawat telegram. Surat ini akan sampai ke tujuan dalam waktu yang singkat.
d.      Surat Bersampul
Surat bersampul adalah surat yang dikirimkan kepada seseorang dengan menggunakan sampul surat. Kelebihan surat ini dibanding dengan jenis surat yang lain adalah lebih terjamin kerahasiaan isinya; lebih leluasa dalam menulis isi surat; lebih santun dalam surat menyurat.
2)      Berdasarkan Pembuatan Surat
a.       Surat Pribadi
Jenis surat ini ditulis atas nama pribadi seseorang serta berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada teman, keluarga maupun instansi tertentu. Contoh surat ini adalah surat untuk keluarga, surat lamaran kerja, dan surat permohonan izin bangunan.
b.      Surat Resmi
Surat resmi dibuat suatu instansi, organisasi atau lembaga perusahaan tertentu yang ditujukan kepada seseorang atau lembaga tertentu lainnya. Keberadaan instansi, lembaga, organisasi dan perusahaan tersebut disahkan secara hukum. Contoh surat resmi adalah surat dinas, surat niaga, dan surat sosial.
3)      Berdasarkan Pesan Surat
a.       Surat Keluarga
Surat keluarga adalah surat yang berisi masalah-masalah keluarga atau kekeluargaan. Contoh surat keluarga adalah surat untuk orang tua, saudara, dan teman.
b.      Surat Setengah Resmi
Surat setengah resmi adalah surat yang dikirimkan oleh seseorang kepada instansi atau lembaga organisasi tertentu. Jenis surat ini misalnya surat lamaran kerja, permohonan IMB dan surat permohonan cuti.
c.       Surat Sosial
Surat sosial adalah surat yang dibuat oleh lembaga sosial kepada seseorang, organisasi, atau instansi tertentu yang biasanya berisi berbagai masalah sosial. Misalnya, surat permintaan sumbangan dan edaran untuk kerja bakti.
d.      Surat Niaga
Surat niaga adalah surat yang ditulis oleh suatu perusahaan perniagaan dengan pesan berniaga. Contoh jenis surat ini adalah surat penawaran harga, penagihan utang, lelang barang, atau pesanan barang.
e.       Surat Dinas
Surat ini berisikan masalah kepemerintahan atau kedinasan dari suatu lembaga atau keorganisasian. Surat ini dapat ditujukan kepada instansi lain, perorangan dan organisasi tertentu. Misalnya, surat keputusan, surat perintah, dan surat tugas.
f.       Surat Pengantar
Surat ini ditujukan kepada perorangan atau lembaga sebagai pengatur atau referensi seseorang untuk berhubungan dengan pihak penerima surat.
4)      Berdasarkan Keamanan Pesan Surat
a.       Surat Sangat Rahasia
Surat ini berisi pesan dokumen penting yang berkaitan dengan rahasia atau keamanan suatu negara. Jenis surat ini dikirim dengan menggunakan tiga buah sampul. Pada sampul pertama dituliskan kode SR yang merupakan singkatan dari "Sangat Rahasia". Pada sampul kedua dituliskan kode SRS, yaitu singkatan dari "Sangat Rahasia Sekali" serta dibubuhi segel atau lak untuk membuktikan keutuhan pesan surat. Pada sampul terakhir (luar) dibuat biasa agar tidak mengundang kecurigaan orang lain. Surat jenis ini, misalnya surat dari kementerian luar negeri, surat untuk negara-negara tetangga, dan surat dokumen kemiliteran.
b.      Surat Rahasia
Jenis surat ini berisi dokumen ringan yang pesannya hanya pantas diketahui oleh satu atau beberapa pejabat tertentu atau yang berwenang pada sebuah instansi. Pengiriman surat ini menggunakan dua buah sampul. Sampul pertama dituliskan kode R atau RS yaitu singkatan dari "Rahasia" atau "Rahasia Sekali" serta disegel, sedangkan sampul kedua tidak diberi kode apa pun. Surat jenis ini misalnya surat tentang konduet pejabat dan surat dokumen suatu instansi.
c.       Surat Konfidensial
Surat yang isinya haya layak diketahui oleh beberapa pejabat tertentu sebab pesannya memerlukan tindakan kebijaksanaan dari para pejabat tersebut. Misalnya surat hasil rapat pimpinan dan usulan kenaikan pangkat seseorang.
d.      Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang pesannya dapat diketahui oleh orang lain tanpa mengakibatkan kerugian bagi pihak mana pun. Misalnya, surat edaran dan surat undangan.
5)      Berdasarkan Ruang Lingkup Surat
a.      Memorandum/ Memo
Memorandum adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau kepada pejabat yang setingkat dengan pejabat pembuat memo. Memorandum ini hanya berisikan catatan singkat tentang pokok-pokok permasalahan sebagai pesan yang ingin dikomunikasikan.
b.      Nota
Nota adalah surat yang dibuat oleh atasan kepada bawahan atau sebaliknya di dalam satu kantor untuk meminta data atau informasi.
c.       Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang dikirimkan kepada orang lain, baik yang berada di dalam maupun di luar instansi yang bersangkutan.
6)      Berdasarkan Jumlah Pembaca Surat
a.       Pengumuman
Pengumuman adalah surat yang ditujukan kepada beberapa orang, instansi, atau pihak lain yang namanya terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Pengumuman ini dapat digunakan dalam raung lingkup yang terbatas maupun dalam ruang lingkup yang lebih luas. Misalnya, pengumuman penerimaan pegawai dan kelulusan tes.
b.      Surat Edaran
Surat edaran adalah surat yang dikirimkan kepada beberapa orang, baik di dalam maupun di luar kantor yang bersangkutan. Kadang-kadang, surat ini hanya berisi sesuatu yang hanya diketahui oleh para pejabat tertentu. Ada pula surat edaran yang dapat disebarkan ke raung lingkup yang lebih luas.
c.       Surat Biasa
Surat biasa adalah surat yang khusus dikirimkan kepada seseorang yang namanya tertera pada alamat surat dan hanya untuk diketahui oleh orang yang dituju.
7)      Berdasarkan Penyelesaian Surat
a.       Surat Kilat
Surat kilat adalah surat yang pesannya harus dapat disampaikan kepada penerima surat secepat mungkin. Tanggapan yang diharapkan dari surat tersebut pun perlu dilakukan dengan cepat.
b.      Surat Segera
Pesan dalam jenis surat ini perlu segera disampaikan kepada penerima surat, tetapi tidak harus dikerjakan atau ditanggapi dengan cepat seperti pada surat kilat.
c.       Surat Biasa
Jenis surat ini baik cara pembuatan atau pengirimannya tidak harus diprioritaskan seperti kedua jenis surat di atas.
8)      Berdasarkan Pengertian Umum
a.       Surat Terbuka
Surat terbuka adalah surat yang ditujukan kepada pihak lain, baik perorangan maupun kelompok yang biasanya dimuat di media massa atau diedarkan secara terbuka.
b.      Surat Tertutup
Surat tertutup adalah surat yang cara pengirimannya diberi sampul karena isinya tidak layak diketahui oleh pihak lain.
c.       Surat Kaleng
Surat kaleng adalah surat yang pengirimannya tidak mencantumkan nama dan alamat pengirim secara jelas. Pengirim surat ini tidak bertanggung jawab terhadap isi surat. Akan tetapi untuk beberapa hal perlu juga diperhatikan oleh penerima surat pesan dalam surat itu.

E.     Bentuk-bentuk Surat
1.      Full Block Style
Format surat full block style dianggap sebagai format surat paling formal dari format atau bentuk surat yang lain. Dalam surat yang berbentuk full block style setiap baris dalam surat tersebut menggunakan rata kiri. Walaupun tidak ada peraturan yang resmi tentang penggunaan format full block style tetapi format full block style biasanya digunakan dalam surat permintaan, pengumuman, persetujuaan, lamaran pekerjaan.
2.      Block Style
Format block style atau juga bisa disebut format surat simpel merupakan format surat yang susunannya hampir sama dengan full block style yaitu menggunakan rata kiri. Hanya penulisan tanggal, nama terang pengirim surat ditulis di sebelah kanan surat.
3.      Semi Block Style
Format surat semi block style seperti pada format surat yang lain digunakan untuk surat resmi yang kedudukannya kurang formal jika dibandingkan dengan full block style. Berbeda dengan full block styel dan block style, setiap paragraf isi pada surat berformat semi blok style menjorok ke dalam.
4.      Intended Style
Format atau bentuk surat intended style ini hampir sama dengan block style, satu yang membedakan adalah penulisan alamat dalam yang menyerupai tangga.
5.      Hanging Style
Sedangkan format atau bentuk surat hanging style membedakan diri dengan block style dengan menuliskan alenia pertama pada setiap paragraf di isi surat tidak menjorok ke dalam sedangkan alenia selanjutnya pada menjorok ke dalam.

Sumber :
http://www.ilmuini.com/2011/11/fungsi-surat.html                               




Tugas 3 - Menulis Laporan Ilmiah ( Bahasa Indonesia 2# )

MENULIS LAPORAN ILMIAH
A.    Pengertian Laporan Ilmiah
Sebelum kita menjelaskan pengertian laporan ilmiah, kita jelaskan terlebih dahulu pengertian dari laporan.
Laporan ialah suatu penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah.
Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang disusun melalui tahapan berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan, peninjauan, pengamatan, atau membaca artikel ilmiah. dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan.
B.     Macam-macam Laporan
1)      Laporan Pengamatan (Observasi)
Adalah aktivitas yang dilakukan seseorang, yang menghasilkan sebuah tulisan yang berisi hasil pengamatan terhadap suatu objek berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya. Contoh : Pengamatan yang dilakukan seseorang terhadap lingkungan ditempat tinggalnya.
2)      Laporan Penelitian (Eksperimen)
Adalah aktifitas yang dilakukan seseorang yang menghasilkan sebuah tulisan yang berisi hasil penelitian terhadap suatu objek berdasarkan penelitian (ekperimen) yang dilakukan. Contoh : Seorang ilmuwan yang melakukan ekperimen terhadap beberapa jenis obat untuk melihat hasil apakah obat tersebut dapat dikonsumsi oleh masyarakat banyak.
·         Jenis-jenis Laporan Hasil Penelitian
a.       Laporan lengkap
b.      Catatan penelitian pendek untuk publikasi jurnal akademik
c.       Monografi atau working paper dimana yang diutamakan adalah pengutaraan interpretasi sementara
d.      Makalah atau artikel jurnal akademik
e.       Makalah atau artikel utnuk press release untuk menarik perhatian membaca secara lengkap dan
f.       Buku di mana pengorganisasinya disesuaikan dengan format buku

3)      Laporan Perjalanan
Adalah laporan yang berisi kegiatan seseorang dalam melakukan perjalanan berdasarkan pengamatan, pengalaman dan observasi langsung pada tempat yang dikunjungi. Contoh : Laporan yang dibuat berdasarkan perjalanan seseorang ketempat-tempat bersejarah di Indonesia.
4)      Laporan Wawancara
Adalah laporan yang dihasilkan oleh seseorang dengan melakukan tanya jawab antara dua pihak yaitu seseorang tersebut sebagai pewawancara dan narasumber sebagai orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan pewawancara. Contoh : Pewawancara melakukan wawancara kepada calon presiden RI untuk mengetahui apakah visi dan misi untuk Negara Indonesia kedepannya.
·         Jenis-jenis wawancara
a.     Wawancara serta merta
Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa pertanyaan panduan.
b.    Wawancara dengan petunjuk umum
Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang sudah dibuat terlebih dahulu.
c.     Wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan. dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan.

5)      Laporan Rekomendasi
Laporan yang diserahkan guna menyediakan keterangan dasar atau pujian terhadap sesuatu guna pertimbangan dalam tindakan berikutnya. Misalnya, laporan tentang letak daerah atau lokasi pabrik atau gedung bioskop, dan nasihat cara menaikkan efisiensinya.
6)      Laporan Kemajuan
Laporan yang diserahkan guna menyediakan informasi tentang kemajuan suatu rencana usaha, seperti pembangunan bendungan dan proyek penelitian.

C.    Ciri-ciri Laporan
1)      Pembacanya seorang atau sekumpulan orang tertentu. Laporan dibuat atas permintaan atau perintah. Adakalanya laporan berbentuk buku dan ditujukan kepada pembaca umum. Jika ditujukan kepada umum biasanya laporan berbentuk pamflet atau selebaran.
2)      Bentuk laporan yang disajikan atas permintaan atau perintah. Berupa laporan panjang yang terdiri atas: halaman judul, surat penyerahan, daftar isi, pendahuluan, uraian pokok, dan sering juga lampiran. Laporan pendek biasanya terdiri atas judul pokok dan nomor-nomor, dengan perlengkapan seperti biasa dalam surat-menyurat formal.
3)      Laporan itu bersifat sangat objektif, maksudnya terutama untuk menyajikan fakta. Jika ditarik kesimpulan, kesimpulan itu berupa induksi berdasar atas bukti spesifik. Jika dibuat suatu pujian atau rekomendasi, pendapat pribadi atau prasangka harus dihindari jauh-jauh. Bila data laporan itu tak cukup atau bertentangan satu dengan lainnya, pembaca dipersilakan untuk menyadari bahwa konklusi dan rekomendasi yang disajikan bersifat tentatif.
4)      Bahasa dan nadanya formal. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data atau “Asal Bapak Senang” yaitu agar pembaca terpenuhi seleranya. Seperti dalam karya tulis ilmiah, dalam laporan harus tidak ada ungkapan pergaulan, bahasa kasar atau makian, atau susunan kata dan ungkapan yang ceroboh.
5)      Judul, subjudul, dan sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang mantik. Dalam Kamus Bahasa Indonesia, mantik diartikan dengan (1) cara berpikir yang hanya mendasarkan pikiran belaka; (2) perkataan yang benar. Laporan yang disajikan dengan baik dapat digunakan sebagai acuan.
D.    Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
1)      Laporan yang dihasilkan berdasarkan hasil penelitian
2)      Pembahasan laporan yang dikemukakan harus obyektif sesuai realita/fakta
3)      Tulisan harus lengkap dan jelas sesuai dengan kaidah bahasa, Pedoman Umum
4)      Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), serta Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI)
5)      Tulisan disusun dengan metode tertentu dan menurut sistem tertentu
6)      Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, ringkas, tepat, dan cermat sehingga tidak terbuka kemungkinan adanya ambiguitas, ketaksaan, maupun kerancuan.

Sumber :







Senin, 24 November 2014

Tugas 2 - Metode Ilmiah ( Bahasa Indonesia 2# )

METODE ILMIAH
      A. Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis. Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Dengan adanya metode ilmiah pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran akan lebih mudah terjawab.
B. Tujuan Mempelajari Metode Penulisan Ilmiah
Dengan mempelajari metode penulisan ilmiah akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berkualitas tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan manusia.
Beberapa poin dari tujuan dan manfaat seseorang atau peneliti mempelajari metode penulisan ilmiah, yaitu:
 1) Menambah wawasan dalam menggunakan teknik yang cepat dan tepat untuk digunakan dalam      menyusun sebuah tulisan ilmiah.
 2) Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
 3) Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
 4) Mengetahui bahasa yang digunakan pada tulisan ilmiah yaitu bahasa baku.
C. Sikap Ilmiah
Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.
Untuk dapat menggunakan metode ilmiah dengan baik, para ilmuan harus memiliki beberapa sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah suatu sikap yang meliputi:
 1) Rasa ingin tahu : Selalu terdorong untuk lebih banyak ingin mengetahui. Caranya dengan            membaca buku, bertanya kepada orang yang  lebih tahu, mengadakan pengamatan, dan                  melakukan percobaan sendiri.
 2) Kejujuran          : Mencatat sesuai dengan hasil pengamatan, meskipun tidak sesuai dengan                                         yang diharapkan.
 3) Ketekunan         : Tidak mudah putus asa jika hasil percobaan tidak sesuai dengan yang                                              diharapkan. Tidak segan-segan mengulangi percobaan.
 4) Ketelitian           : Tidak ceroboh, baik dalarn merencanakan, menggunakan alat maupun                                   bahan, mengukur, mencatat data, mengolah data, dan dalam menarik kesimpulan.
 5) Obyektivitas      : Pendapat dan kesimpulan yang diarnbil harus berdasarkan fakta yang ada,                                       bukan berdasarkan pendapat pribadi atau orang lain.
 6) Keterbukaan     : Mau bekerja sarna dengan orang lain, mau menerima kritikan atau saran                                   dari orang lain yang bersifat membangun, dan mau memberikan pengalarnannya                             kepada orang lain.
D.    Langkah-langkah Pelaksanaan Penulisan Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1)      Merumuskan masalah.
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya. Perumusan masalah adalah sebuah keharusan. Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
2)      Merumuskan hipotesis.
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat membantu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
3)      Mengumpulkan data.
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
4)      Menguji hipotesis.
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derajat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian. Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri.
5)      Merumuskan kesimpulan.
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.






DAFTAR PUSTAKA