Sabtu, 12 Januari 2013

BAB III BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

Bentuk-bentuk Badan Usaha
1.    Bentuk Yuridis Perusahaan
·         Perusahaan Perseorangan
Suatu badan usaha yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab terhadap resiko dan kegiatan perusahaan.
Ciri-ciri badan usaha perseorangan :
1.    Ukuran berasal dari satu orang sebagai pemilik modal
2.    Ukuran usaha tidak terlalu besar
3.    Pengelolaan dan pengendalian bergantung pada pemilik sebagai pemimpin
4.    Semua keuntungan dan kerugian ditanggung sendiri

·         Firma (Fa)
Firma (Fa) adalah suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang menjalankan badan usaha dengan satu nama dengan tujuan untuk membagi hasil yang diperoleh dari persekutuan itu. Jadi untuk mendirikan firma paling sedikit harus ada 2 orang. Bila badan usaha ini bangkrut, maka semua anggota firma harus bertanggung jawab sampai harta miliknya ikut dipertanggungkan. Harta miliknya dapat dituntut untuk membayar utang-utang firma. Tanggungan tiap-tiap anggota bukan sebagian atau sebatas modal yang disetor tetapi sampai seluruh kekayaannya.
Ciri-ciri bentuk badan usaha firma:
1.    Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan saling percaya
2.    Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha
3.    Tanggung jawab dan risiko yang tidak terbatas
4.    Setiap anggota mempunyai kewenangan menjalankan usaha ataupun mengadakan perjanjian dengan pihak lain tanpa harus ada persetujuan dari anggota firma lainnya.

·         Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan komanditer atau commanditaire vennootschap (CV) adalah suatu persekutuan yang terdiri atas beberapa orang yang berusaha dan beberapa orang yang hanya menyerahkan modal saja. Dalam CV, salah satu atau beberapa anggota bertanggung jawab tidak terbatas; Anggota yang lain bertanggung jawab terbatas hanya terbatas utang-utang badan usaha sesuai dengan besarnya modal yang dimasukkan. Jadi, CV merupakan campuran antara persekutuan orang dan persekutuan modal.

·         Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya berasal atau terbagi-bagi atas saham-saham

·         BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya berasal dari kekayaan negara. Tujuan BUMN adalah untuk melayani kepentingan umum.

·         Koperasi
Koperasi berasal dari kata co-operation. Co artinya bersama-sama dan operation artinya bekerja atau bertindak. Secara harfiah koperasi berarti bekerja sama; Koperasi merupakan usaha bersama dari sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Ciri-ciri koperasi:
1.    Merupakan kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal
2.    Bekerja sama, bergotong royong berdasarkan persamaan derajat, hak, dan kewajiban
3.    Segala kegiatan koperasi dilaksanakan atas kesadaran para anggota, bukan berdasar paksaan, ancaman, dan campur tangan pihak lain
4.    Tujuan koperasi untuk kepentingan bersama para anggotanya.
Jenis-jenis koperasi:
1.    Koperasi menurut sifat usahanya
·         Koperasi Konsumsi
·         Koperasi Produksi
·         Koperasi Kredit/Simpan Pinjam
·         Koperasi Jasa
·         Koperasi Serba Usaha (Contoh: KUD)
2.    Koperasi menurut komoditas yang ditangani
Contoh: batik, koperasi cengkih, koperasi tempe, dsb.
3.    Koperasi menurut lapangan usahanya
Contoh: koperasi pertanian, koperasi perumahan, dsb.
4.    Koperasi menurut wilayah kerjanya
Contoh: Koperasi Unit Desa (KUD), koperasi pasar, koperasi sekolah, dsb.
5.    Koperasi menurut fungsionalnya
Contoh: koperasi wanita, koperasi pegawai negeri, dsb.
6.    Koperasi menurut tingkatannya
a.    Koperasi Primer
b.    Koperasi Sekunder
2.    Lembaga Keuangan
lembaga keuangan dapat dibagi menjadi :
1.      Bank
2.      Lembaga Keuangan Non-Bank

1.    Bank
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Secara Umum, Bank dapat dibagi menjadi 4:
1.      Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
2.      Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani segenap lapisan masyarakat
3.      Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan
4.      Bank Syariah, merupakan bank yang melayani masyarakat dengan tidak menggunakan sistem perbankan pada umumnya, namun dengan menggunakan sistem syariah (khususnya menurut syariah agama Islam)
Ditinjau dari segi kepemilikan maksudnya adalah siapa saja yang memiliki bank tersebut. Kepemilikan ini dapat dilihat akte pendirian dan pengusahaan saham yang dimiliki bank yang bersangkutan. Berdasarkan pembagian ini, bank dapat dibagi menjadi:
a. Bank Pemerintah
b. Bank Pemerintah Daerah
c. Bank Swasta
d. Bank Swasta Asing

2.   Lembaga Keuangan Non-Bank
Lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung (non depository).
Adapun jenis-jenis lembaga keuangan lainnya yang ada di indonesia saat ini antara lain :
a.            Pasar Modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pencari dana dengan para penanam modal, dengan instrumen utama saham dan obligasi
b.            Pasar Uang yaitu pasar tempat memperoleh dana dan investasi dana.
c.            Koperasi Simpan Pinjam yaitu menghimpun dana dari anggotanya kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggota koperasi dan masyarakat umum.
d.            Perusahaan Pengadaian merupakan lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu.
e.            Perusahaan Sewa guna usaha lebih di tekankan kepada pembiayaan barangbarang modal yang di inginkan oleh nasabahnya.
f.             Perusahaan Asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pertanggungan.
g.            Perusahaan Anjak Piutang, merupakan yang usahanya adalah mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara mengambil kredit bermasalah.
h.            Perusahaan Moal Ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaan-perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi.
i.              Dana Pensiun, merupakan perusahaan yang kegiatannya mengelola dana pensiun suatu perusahaan pemberi kerja.



BAB I RUANG LINGKUP BISNIS



RUANG LINGKUP BISNIS
1.      Pengertian Bisnis dan Jenisnya
·         Pengertian Bisnis
Suatu kegiatan usaha untuk menghasilkan & menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
·         Macam-macam Kegiatan Bisnis
1.      Bisnis ekstraktif
2.      Bisnis agraris
3.      Bisnis industry
4.      Bisnis jasa
Berkembang menjadi 9 macam kegiatan, yaitu :
1.      Usaha pertanian
2.      Produksi bahan mentah
3.      Pabrik / manufaktur
4.      Konstruksi
5.      Usaha perdagangan besar dan kecil
6.      Transportasi dan komunikasi
7.      Usaha financial, asuransi dan real estate
8.      Usaha jasa
9.      Usaha yang dilakukan oleh pemerintah
2.      Tujuan Kebijakan Bisnis
·         Melindungi usaha kecil dan menengah
·         Melindungi lingkungan hidup sekitarnya
·         Melindungi konsumen
·         Pendapatan pemerintah

3.      Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar
Macam-macam Sistem Ekonomi:
·         Sistem Ekonomi Tradisional :
Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1.      Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
2.      Hanya sedikit menggunakan modal
3.      Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
4.      Belum mengenal pembagian kerja
5.      Masih terikat tradisi
6.      Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :
1.      Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
2.      Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
3.      Tidak individualistis
Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
1.      Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
2.      Mutu barang hasil produksi masih rendah
·         Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1.      Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
2.      Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
3.      Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4.      Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
5.      Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6.      Persaingan dilakukan secara bebas
7.      Peranan modal sangat vital
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
1.      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2.      Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3.      Munculnya persaingan untuk maju
4.      Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
5.      Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
1.      Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2.      Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3.      Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4.      Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
·         Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :
1.      Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
2.      Hak milik perorangan tidak diakui
3.      Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4.      Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :
1.      Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2.      Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3.      Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
4.      Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5.      Jarang terjadi krisis ekonomi
Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :
1.      Mematikan inisiatif individu untuk maju
2.      Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
3.      Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
·         Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1.      Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
2.      Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
3.      Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
4.      Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kebaikan sistem ekonomi campuran:
1.      Kebebasan berusaha
2.      Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
3.      Lebih mementingkan umum dari pada pribadi
Kelemahan sistem ekonomi campuran:
1.      Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
2.      Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan


·         Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :
1.      Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
2.      Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
3.      Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
4.      Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
5.      Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
6.      Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
7.      Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
1.      Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
2.      Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
3.      Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :
1.      Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
2.      Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
·         Sistem Ekonomi Sosialis
Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :
1.      Lebih mengutamakan kebersamaan
2.      Peran pemerintah aktif
3.      Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
1.      Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
2.      Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
3.      Produksi dikelola oleh Negara
Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
1.      Sulit melakukan transaksi
2.      Membatasi kebebasan
3.      Mengabaikan pendidikan moral
Sistem Pasar
Sistem pasar terbagi dalam 4 bagian:
1.      Monopoli
2.      Monopsoni
3.      Oligopoli
4.      Pasar Persaingan Sempurna
4.      Kesempatan Bisnis/Usaha
Kesempatan bisnis dapat muncul dari hobi kita sendiri, yang mungkin sebelumnya tidak sadar bahwa hobi bisa dijadikan sebagai usaha. Kalau hobi atau bidang yang di kuasai saat ini belum layak untuk dijadikan peluang bisnis, maka kreatif dan menyampaikan ide-ide yang menimbulkan peluang bisnis. untuk mengetahui celah bisnis dalam masyarakat, maka kita harus mengetahiui tentang hal2 yang yang sedang berkembang di dalam masyarakat, antara lain:
1.      Kecenderungan pasar
2.      Inovasi baru
3.      Komplemen dari produk yang ada
4.      Peristiwa yang digemari
5.      Wawasan
6.      Bahan bacaan
7.      Ide yang muncul
5.      Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi
Untuk berlangsungnya aktivitas ekonomi diperlukan 3 unsur, yaitu:
1.      Kegiatan Manusia
2.      Sumber-sumber Daya
3.      Cara-cara berproduksi
6.      Hakikat Bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya
7.      Mengapa Belajar Bisnis
1.      Untuk mengerti tujuan berbisnis
2.      Mengetahui kegiatan berbisnis
3.      Untuk mengetahui sistem perekonomian dan sistem pasar
4.      Mengetahui celah bisnis dalam masyarakat
5.      Untuk mengetahui unsur utama dalam aktivitas ekonomi
6.      Untuk mengetahui lebih dalam tentang cara berbisnis
Sumber: www.wikipedia.org, nindiaryanie.blogspot.com/.../ruang-lingkup-bisnis